Sejarah kelahiran Rasulullah Muhammad SAW adalah salah satu peristiwa paling mulia yang pernah terjadi di muka bumi. Lahir pada 12 Rabiul Awal tahun Gajah atau bertepatan dengan 570 Masehi, kehadiran beliau membawa cahaya Islam yang menerangi seluruh penjuru dunia. Bahkan, tanah Makkah yang menjadi tempat kelahiran beliau hingga kini menjadi destinasi ziarah jutaan Muslim setiap tahunnya.
Lokasi Tempat Lahir Nabi Muhammad SAW di Makkah
Rasulullah Muhammad SAW lahir di sebuah rumah sederhana di kawasan Suq Al Lail, Makkah Al Mukarramah. Rumah tersebut milik kakeknya, Abdul Muthalib, dan terletak tidak jauh dari Masjidil Haram. Selain itu, lokasi ini kini telah diubah menjadi Perpustakaan Muasasah Al Bayt oleh pemerintah Arab Saudi. Dengan demikian, meskipun bangunan aslinya sudah tidak ada, kawasan ini tetap menjadi titik ziarah yang dikunjungi jutaan jamaah setiap musim haji dan umroh.
Keajaiban yang Mengiringi Sejarah Kelahiran Rasulullah
Sejarah kelahiran Rasulullah diwarnai oleh berbagai tanda keajaiban yang disaksikan langsung oleh ibunda beliau, Siti Aminah RA. Diriwayatkan bahwa saat Rasulullah lahir, cahaya terang memancar hingga menerangi istana-istana di negeri Syam. Oleh karena itu, para ulama menyebut peristiwa ini sebagai tanda bahwa Islam akan membawa penerangan bagi seluruh umat manusia. Adapun Rasulullah lahir dalam keadaan sudah dikhitan dan tali pusarnya telah terpotong — sebuah keistimewaan yang tidak dimiliki bayi lain pada umumnya.
لَقَدْ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِالْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ
Laqad jaa-akum rasuulun min anfusikum ‘aziizun ‘alaihi maa ‘anittum hariishun ‘alaikum bil mu’miniina ra-uufur rahiim
“Sungguh, telah datang kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan keimanan dan keselamatan bagimu, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” (QS. At-Taubah: 128)
Masa Kecil Rasulullah Setelah Kelahiran di Makkah
Beberapa hari setelah lahir, Rasulullah diserahkan kepada Halimah As-Sa’diyah RA untuk disusui sesuai tradisi bangsa Arab kala itu. Namun, sebelumnya beliau sempat disusui oleh Tsuwaibah, budak Abu Lahab. Selain itu, ayah beliau, Abdullah bin Abdul Muthalib, telah wafat sebelum Rasulullah lahir. Dengan demikian, beliau tumbuh sebagai seorang yatim yang kelak akan menjadi pemimpin dan teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.
أَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيمًا فَآوَىٰ
Alam yajidka yatiiman fa-aawaa
“Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu?” (QS. Ad-Dhuha: 6)
Makna Tempat Kelahiran Rasulullah bagi Umat Islam
Makkah sebagai kota kelahiran Rasulullah memiliki makna spiritual yang sangat dalam bagi seluruh umat Islam. Sebab, dari kota inilah cahaya Islam pertama kali memancar ke seluruh penjuru bumi. Namun, perlu dipahami bahwa ziarah ke lokasi kelahiran Rasulullah bukan untuk meminta berkah dari tempat tersebut, melainkan untuk menghidupkan rasa cinta dan kekaguman kepada beliau. Selain itu, kunjungi referensi resmi sejarah Nabi di quran.kemenag.go.id dan kemenag.go.id untuk wawasan yang lebih lengkap.
Menghayati Jejak Rasulullah bersama Labbayku
Bagi jamaah umroh, memahami sejarah kelahiran Rasulullah akan memperdalam rasa cinta kepada beliau saat berada di tanah suci Makkah. Adapun setiap sudut kota Makkah menyimpan jejak Rasulullah yang menginspirasi jutaan umat Islam hingga hari ini. Dengan demikian, perjalanan umroh bukan sekadar ibadah fisik, melainkan perjalanan hati yang mempererat hubungan dengan Rasulullah SAW.
Ingin menghayati langsung jejak kelahiran dan perjuangan Rasulullah di Makkah? Kunjungi labbayku.com/paket-umroh atau follow Instagram @labbayku untuk paket umroh terpercaya bersama Labbayku