Setelah bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Namun, bagaimana jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan? Apakah boleh langsung melaksanakan puasa Syawal atau harus menyelesaikan qadha puasa terlebih dahulu? Pertanyaan ini sering muncul, terutama di kalangan wanita yang mungkin tidak dapat menyelesaikan puasa Ramadhan secara penuh. Artikel ini akan membahas panduan syar’i mengenai prioritas antara puasa qadha dan puasa Syawal.
Hukum Mendahulukan Qadha Puasa Ramadhan
Puasa Syawal merupakan puasa sunnah yang sangat dianjurkan. Namun, jika seseorang masih memiliki utang puasa Ramadhan, maka ia belum dianggap telah menyelesaikan puasa Ramadhan secara sempurna. Hadis Nabi Muhammad ﷺ menyatakan:
“Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka dia seperti berpuasa selama setahun.”
(HR. Ahmad, Muslim, Tirmidzi, dan lainnya)
Berdasarkan hadis tersebut, puasa enam hari di bulan Syawal hanya dianjurkan bagi mereka yang telah menyelesaikan puasa Ramadhan secara penuh. Oleh karena itu, seseorang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan sebaiknya menyelesaikan qodho puasa terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa Syawal.
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin menjelaskan:
“Jika seorang wanita memiliki utang puasa Ramadhan, maka dia tidak boleh puasa Syawal kecuali setelah selesai qodho. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Barang siapa yang melaksanakan puasa Ramadhan, kemudian dia ikuti dengan puasa enam hari di bulan Syawal…’. Sementara orang yang masih memiliki utang puasa Ramadhan belum disebut telah berpuasa Ramadhan. Sehingga dia tidak mendapatkan pahala puasa 6 hari di bulan Syawal, kecuali setelah selesai qadha.”
(Majmu’ Fatawa, 19/20)
Menggabungkan Niat Puasa Qadha dan Syawal
Sebagian ulama membolehkan menggabungkan niat puasa qodho dan puasa Syawal dalam satu waktu. Namun, pendapat yang lebih kuat menyarankan untuk memisahkan keduanya agar pahala masing-masing puasa dapat diperoleh secara maksimal. Menggabungkan niat bisa menyebabkan seseorang tidak mendapatkan keutamaan penuh dari puasa Syawal.
Kesimpulan
Bagi mereka yang masih memiliki utang puasa Ramadhan, disarankan untuk menyelesaikan qodho puasa terlebih dahulu sebelum melaksanakan puasa enam hari di bulan Syawal. Hal ini sesuai dengan hadis Nabi Muhammad ﷺ dan penjelasan para ulama. Dengan mendahulukan qadha puasa, seseorang dapat meraih pahala penuh dari puasa Syawal sebagaimana yang dijanjikan dalam hadis.
Referensi: https://konsultasisyariah.com/4544-qadha-puasa-ramadan-atau-puasa-syawal.html