larangan umroh

Larangan umroh merupakan aturan yang harus diperhatikan oleh setiap jamaah agar ibadahnya sah dan diterima. Umroh merupakan salah satu ibadah yang sangat dianjurkan bagi umat Islam. Namun, dalam pelaksanaannya, terdapat beberapa larangan umroh yang harus diperhatikan, terutama saat ihram dan thawaf. Melanggar larangan ini dapat berakibat pada ketidaksempurnaan ibadah atau bahkan denda (dam). Artikel ini akan membahas secara rinci larangan umroh saat ihram dan thawaf berdasarkan sumber terpercaya.

Larangan Umroh Saat Ihram

Ketika seseorang memasuki keadaan ihram, terdapat sejumlah larangan umroh yang harus dipatuhi sebagaimana dijelaskan dalam Almanhaj. Berikut adalah hal-hal yang dilarang:

1. Mencukur atau Mencabut Rambut dan Kuku

Jamaah dilarang mencukur atau mencabut rambut dan kuku selama dalam keadaan ihram. Jika terpaksa melakukannya karena alasan tertentu, maka wajib membayar fidyah.

Dalil: Allah ﷻ berfirman:

“Dan janganlah kamu mencukur kepalamu sebelum hadyu sampai di tempat penyembelihannya.” (QS. Al-Baqarah: 196)

2. Menggunakan Wewangian

Dilarang menggunakan parfum atau wewangian pada pakaian maupun tubuh setelah memasuki ihram. Hal ini mencakup minyak wangi, sabun beraroma, dan produk-produk lain yang mengandung pewangi.

Hadits: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Janganlah seseorang yang sedang berihram memakai pakaian yang diberi minyak wangi atau yang terkena wewangian.” (HR. Bukhari No. 1543)

3. Berburu atau Membunuh Hewan Darat

Jamaah dalam keadaan ihram dilarang membunuh hewan darat, baik untuk konsumsi maupun alasan lainnya.

Dalil: Allah ﷻ berfirman:

“Diharamkan atas kalian (memburu) binatang buruan darat selama kalian dalam keadaan ihram.” (QS. Al-Ma’idah: 95)

4. Melakukan Hubungan Suami Istri

Segala bentuk aktivitas yang mengarah pada hubungan suami istri, baik berupa sentuhan dengan syahwat maupun hubungan badan, dilarang selama ihram.

5. Melakukan Akad Nikah

Dilarang menikah atau menikahkan orang lain selama dalam keadaan ihram.

6. Memakai Pakaian Jahitan bagi Laki-laki

Laki-laki tidak boleh mengenakan pakaian berjahit seperti baju, celana, atau sepatu yang menutupi mata kaki. Sebagai gantinya, mereka harus memakai kain ihram.

7. Menutup Wajah dan Tangan bagi Wanita

Wanita dilarang memakai cadar atau sarung tangan selama dalam keadaan ihram.

Hadits: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Wanita yang sedang berihram tidak boleh memakai cadar dan tidak boleh mengenakan sarung tangan.” (HR. Bukhari No. 1838)

Larangan Umroh Saat Thawaf

Selain larangan ihram, ada juga beberapa hal yang tidak boleh dilakukan saat melakukan thawaf, sebagaimana dijelaskan dalam Rumaysho. Berikut beberapa di antaranya:

1. Berbicara Hal yang Tidak Perlu

Jamaah disarankan untuk memperbanyak doa dan dzikir selama thawaf serta menghindari pembicaraan yang tidak bermanfaat.

2. Melakukan Thawaf dalam Keadaan Hadats Besar atau Kecil

Thawaf harus dilakukan dalam keadaan suci. Jika jamaah dalam keadaan hadats kecil, maka harus berwudhu terlebih dahulu, sedangkan jika dalam hadats besar harus mandi wajib sebelum thawaf.

Hadits: Rasulullah ﷺ bersabda:

“Thawaf di Baitullah itu seperti shalat, hanya saja kalian boleh berbicara di dalamnya, maka barang siapa berbicara, hendaklah ia berkata yang baik.” (HR. Tirmidzi No. 960)

3. Melakukan Thawaf dengan Cara yang Tidak Sesuai

Beberapa kesalahan dalam thawaf yang perlu dihindari:

  • Tidak mengawali thawaf dari Hajar Aswad.
  • Berjalan melawan arah putaran thawaf.
  • Tidak menjaga adab dan tata cara thawaf sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ.

4. Berdesakan Tanpa Keperluan

Berlomba-lomba untuk mencium Hajar Aswad atau menyentuh Ka’bah dengan cara mendorong dan menyakiti jamaah lain adalah tindakan yang dilarang.

5. Mengangkat Suara Terlalu Keras

Meskipun membaca doa dianjurkan, namun mengangkat suara terlalu keras hingga mengganggu jamaah lain adalah perbuatan yang tidak disarankan.

Kesimpulan

Menjalankan ibadah umroh dengan sempurna berarti memahami dan menghindari larangan umroh yang telah ditetapkan. Larangan ihram mencakup aspek-aspek seperti penggunaan wewangian, memotong kuku, berburu, serta mengenakan pakaian tertentu. Sementara itu, dalam thawaf, jamaah harus menjaga kesucian, adab, dan tata cara yang benar agar ibadah menjadi sah dan bernilai pahala. Dengan memahami dan mematuhi aturan ini, insya Allah ibadah umroh yang dilakukan akan lebih sempurna dan diterima oleh Allah ﷻ.

Referensi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *