Puasa Ramadhan merupakan ibadah yang tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga menuntut penjagaan perilaku dan ucapan. Beberapa perbuatan maksiat dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan pahala puasa, sehingga menjadikannya sia-sia. Berikut adalah beberapa maksiat yang perlu dihindari selama berpuasa:
1. Berkata Dusta (Az-Zuur)
Berdusta atau menyampaikan kebohongan adalah salah satu perbuatan yang dapat merusak pahala puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Barangsiapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan mengamalkannya, maka Allah tidak butuh dari rasa lapar dan haus yang dia tahan.” (HR. Bukhari no. 1903)
Az-Zuur mencakup perkataan dusta dan fitnah, serta perbuatan keji yang merupakan konsekuensi dari perkataan tersebut. Oleh karena itu, penting bagi orang yang berpuasa untuk menjauhi segala bentuk kebohongan dan tindakan yang menyertainya.
2. Perkataan Sia-sia (Lagwu) dan Kata-kata Kotor (Rafats)
Mengucapkan kata-kata yang tidak bermanfaat atau kotor dapat mengurangi nilai puasa. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja, tetapi juga menahan diri dari perkataan sia-sia dan kata-kata kotor. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, ‘Aku sedang puasa, aku sedang puasa’.” (HR. Ibnu Majah dan Hakim; dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no. 1082)
Lagwu merujuk pada perkataan yang tidak berfaedah, sementara rafats mencakup kata-kata kotor atau porno. Menjaga lisan dari kedua hal ini sangat penting untuk mempertahankan kualitas puasa.
3. Melakukan Maksiat Lainnya
Puasa tidak hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga dari segala perbuatan dosa. Melakukan maksiat selama berpuasa dapat menghilangkan pahala puasa tersebut. Sebagaimana disebutkan dalam hadits:
“Betapa banyak orang yang berpuasa namun dia tidak mendapatkan dari puasanya tersebut kecuali rasa lapar dan dahaga.” (HR. Ath-Thabrani dalam Al-Kabir; dinilai shahih oleh Syaikh Al Albani dalam Shohih At-Targhib wa At-Tarhib no. 1084)
Oleh karena itu, penting bagi kita untuk menjauhi segala bentuk maksiat agar puasa yang dijalankan tidak menjadi sia-sia.
Menjaga diri dari perbuatan-perbuatan di atas selama bulan Ramadhan akan membantu kita meraih pahala puasa secara maksimal dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Referensi: https://rumaysho.com/469-jangan-biarkan-puasamu-sia-sia.html